Penulis: Boby R. Manalu
Jumlah hal: 366 hal
Ukuran: 15.5 x 23 cm
Cetakan 2026
ISBN:
Dilusi Tanggung Jawab Penanggung (borg) dalam Hukum Kepailitan Indonesia: Sebuah Pengantar Pembacaan Hermeneutis atas Disparitas Putusan Pengadilan Niaga
Sinopsis:
Buku ini bercerita tentang sebuah masalah nyata di dunia hukum Indonesia yakni pihak yang hanya menjadi “penanggung” utang orang lain, ternyata juga berpotensi ikut “dipailitkan” sama seperti orang yang benar- benar berutang. Buku ini dimulai dengan kisah karakter fiksi bernama “Pak Arifin”, seorang penanggung yang hartanya ikut disita padahal ia bukan pihak yang meminjam uang. Hal yang membuat persoalan ini menarik adalah pengadilan- pengadilan di Indonesia sering tidak sepakat soal ini. Ada hakim yang berpendapat penanggung dapat dimohonkan seperti layaknya orang yang berutang, ada juga yang menolaknya, padahal hakim-hakim tersebut membaca undang-undang yang sama.
Penulis menjelaskan bahwa kebingungan ini bukan karena ada pasal yang hilang dari undang-undang, melainkan karena pemahaman tentang siapa itu “penanggung” dan siapa itu “orang yang berutang” perlahan-lahan menjadi kabur selama bertahun-tahun, baik dalam praktik pengadilan maupun dalam buku-buku hukum. Untuk membedah masalah ini, penulis meminjam pemikiran dua filsuf hukum yaitu Hans-Georg Gadamer dan Ronald Dworkin sebagai alat bantu berpikir, tetapi disampaikan dengan bahasa yang tidak berbelit, disertai contoh-contoh nyata dari kasus-kasus pengadilan dan perbandingan dengan hukum di Belanda.
Kesimpulannya sederhana, yakni penulis berpendapat bahwa menyamakan penanggung dengan orang yang berutang adalah keliru, karena hal itu tidak sesuai dengan koherensi sistem hukum secara keseluruhan. Buku ini berasal dari penelitian doktoral penulis di Universitas Pelita Harapan, namun ditulis ulang agar bisa dibaca dan dipahami oleh siapa saja termasuk mahasiswa hukum yang baru belajar, bukan hanya para ahli.
Rp 130.000




